• Deutsch
  • English
  • Español
  • Français
  • Polski
  • Русский
  • ภาษาไทย
  • 中文
  • Bahasa Indonesia

Berita utama Big Dutchman di seluruh dunia

Berita terbaru

Fasilitas baru untuk melayani Indonesia dengan peralatan peternakan

Big Dutchman membuka tempat fasilitas baru di Indonesia

Karena pertumbuhan selama beberapa tahun terakhir dan dalam rangka meningkatkan aktifitas kegiatan dan pengembangan usaha telah membawa PT Big Dutchman Agriculture Indonesia membuka tempat baru di Surabaya.... [Selengkapnya]

Fasilitas baru untuk melayani Indonesia dengan peralatan peternakan

Big Dutchman membuka tempat fasilitas baru di Indonesia

Karena pertumbuhan selama beberapa tahun terakhir dan dalam rangka meningkatkan aktifitas kegiatan dan pengembangan usaha telah membawa PT Big Dutchman Agriculture Indonesia membuka tempat baru di Surabaya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dukungan bagi pelanggan baru serta mitra bisnis jangka panjang. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia dan terletak di pantai utara Jawa Timur.

“Fasilitas tambahan akan memungkinkan kita untuk melayani lebih baik di daerah dengan peralatan peternakan kami.
Kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada pelanggan kami atas dukungannya. Kami berharap dapat melanjutkan layanan kami kepada mereka dari kantor baru kami,” kata Niels Heyer, Managing Director PT BD Agriculture Indonesia.


Tim Big Dutchman melayani pelanggan mereka lebih baik lagi di masa depan dengan peralatan peternakan modern. Kiri ke kanan : Suyud Kodradmanto, Citra Anindita Saraswati, Bagyo Suprapto dan Ira Damaryanti

Peningkatan produktivitas dan telapak kaki ayam yang sehat

Studi empiris untuk kinerja dan kesejahteraan unggas dalam sistem Colony broiler

Tapak kaki yang sehat dalam sistem Colony broiler

Konsumsi kebutuhan daging ayam di seluruh dunia semakin meningkat. Dengan demikian, industri kandang internasional mengalami peningkatan permintaan untuk sistem peternakan. Peternak unggas pada akhirnya memutuskan... [Selengkapnya]

Tapak kaki yang sehat dalam sistem Colony broiler

Konsumsi kebutuhan daging ayam di seluruh dunia semakin meningkat. Dengan demikian, industri kandang internasional mengalami peningkatan permintaan untuk sistem peternakan. Peternak unggas pada akhirnya memutuskan sistem manajemen kandang, yaitu peternak melengkapi kandangnya dengan manajemen lantai atau ayam broiler potong dalam kandang khusus di dalam kelompok besar yang ditentukan, oleh hukum regional, iklim dan kondisi dan ketersediaan sumber daya.

Berdasarkan  peraturan hukum di negara-negara Uni Europa, peternakan kandang hanya diperbolehkan bila kandang dialas jerami. Sedangkan di negara-negara lain ayam boleh dipelihara tanpa sistem kandang alas jerami.

Misalnya negara Rusia, di sini bisa ditelusuri kembali peternakan  broiler sistem multilevel Colony telah tumbuh sejak tahun 1970an. Mengingat suhu yang sangat dingin saat musim dingin dan mencapai minus dua digit di kebanyakan daerah, solusi ini sangat baik. Dibandingkan dengan sistim peternakan kandang biasa, sistim kandang jerami ini sangat menghemat energi. Juga di negara-negara, di mana sumber daya tanah atau lahan pertanian yang sangat terbatas, timbul pikiran untuk meningkatkan kepadatan unggas per luas kandang. Misalnya negara-negara yang padat penduduknya, seperti Jepang dan Korea Selatan. Di wilayah gurun dan wilayah lain di bumi ketersediaan alas jerami bisa membatasi faktor produksi.

Sejak sistem tersebut digunakan di Rusia, sistem Broiler Colony mengalami peningkatan permintaan sejak sepuluh tahun terakhir. Terutama untuk peternak unggas di Rusia, Timur Tengah dan Asia dan karena alasan di atas, sistem peternakan tersebut menjadi fokus perhatian.

Yang membuat sistem tanpa alas jerami menarik adalah: Ukuran kelompok unggas dalam kaitannya dengan pakan atau tempat minum  (pada 1,8 kg. berat ayam potong, 106 unggas per kandang, 8,9 unggas per nipple, 53 unggas per wadah pakan) dan akses yang baik untuk pakan ternak dan air. Hal ini memungkinkan peternak unggas mencapai secara maksimal kemampuan genetik broiler modern. Selain itu, unggas dapat berdiri di kisi-kisi plastik untuk mencegah kontak langsung dengan kotoran. Kotoran akan jatuh di sabuk transport kotoran dan ditransport keluar kandang.

Walaupun sistim ini sangat popular, tidak ada data-data ilmiah yang dapat diandalkan sebagai parameter penting ditinjau dari sudut ekonomi. Karena alasan ini, perancang kandang Jerman Big Dutchman berkerjasama dengan Universitas Georg-August di Göttingen untuk  melakukan studi empiris tentang efisiensi (pemanfaatan pakan, penambahan berat, periode penggemukan), dengan mempertimbangkan kriteria kesejahteraan unggas dan kesehatan unggas (termasuk kesehatan telapak kaki ayam) ayam pedaging dalam sistem koloni. Berikut ini, akan dibahas hasil utamanya.

Metodologi Penelitian: Data dikumpulkan selama satu periode waktu penggemukan di kandang seorang ahli penggemukan unggas di Turki. 76 230 unggas yang dikandangkan pada saat proses penyelidikan. Analisis data dilakukan di Departemen Sistem Produksi Ternak, Universitas Goettingen.

Kandang untuk penelitian dalam proses penggemukan adalah lebar 18 m dan panjang 110 m serta dilengkapi dengan enam baris sistem broiler Colony AviMax. Setiap baris terdiri dari 42 kelompok kandang (1,6 m × 2,4 m) memanjang dan tingginya empat tingkat. Dengan demikian, jumlah total 1.008 unit dari sistem Colony, masing-masing dengan 76 unggas per unit. Gudang kandang ini dilengkapi dengan multi-tahap ventilasi silang dari Big Dutchman.

Hal penting dalam pengumpulan data adalah penimbangan harian dari kelompok kontrol dengan jenis unggas Ross 308. Tiga titik kontrol dipilih per baris, di mana sepuluh unggas dari masing-masing empat tingkat ditimbang disetiap koloni dengan timbangan FlexScale. Situs kontrol terletak di awal, tengah dan akhir ditiap baris. Saat penimbangan dari 19 hingga 34 hari penggemukan, telapak kaki ayam juga diperiksa.

Efisiensi

Di hari ke 37 unggas mencapai berat rata-rata akhir 2,379 gram. Kenaikan berat badan harian kira-kira 64,3 gram. Karena tingginya kenaikan, di hari ke 32 (2 hari lebih awal) berat broiler telah mencapai berat badan standar berdasarkan perusahaan pembibitan unggas Aviagen (dengan tingkat kematian 1,33%). Diduga bahwa penambahan berat harian pada unggas yang menguntungkan dikarenakan oleh rasio pakan/tempat pakan dan pantauan awal yang baik terhadap sistem Colony.

Rasio penggunaan pakan adalah 1:1,57 parameter dan berada pada tingkat yang sangat baik. Karena sisa pakan dapat dilihat langsung oleh staff kandang dan penanggulangan dapat segera diambil sesuai kebutuhan. Hal ini memberikan kontribusi untuk penggunaan sumber daya yang sangat efisien.

Sebagai perbandingan: analisis dari Dinas Pertanian dan Peternakan negara bagian Niedersachsen dari tahun 2010, menunjukkan bahwa untuk perusahaan-perusahaan Jerman yang ikut dalam analisa, di mana menurut hukum Uni Eropa ayam yang digemukkan hanya dengan sistim kandang lantai, setelah 34,9 hari mencapai berat rata-rata 1.927 gram. Peningkatan berat harian adalah 55,1 gram dengan rasio konversi pakan dari 1:1,72 (Pieper 2013).

Kesehatan hewan

Sejak dulu, masalah kesehatan tapak kaki ayam di bidang peternakan sudah dikenal dan menimbulkan masalah yang signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, masalah ini telah memperoleh perhatian khusus di bawah aspek perlindungan unggas, keamanan pakan dan penurunan kualitas bobot ayam potong. Di beberapa negara Eropa pododermatitis (infeksi tapak kaki unggas) sudah merupakan indikator untuk perlindungan unggas di peternakan penggemukan unggas (de Jong 2012). Menurut Haslam et al. (2007) penyakit ini menyebabkan rasa sakit yang berpengaruh negatif pada kesehatan unggas dan mengakibatkan penurunan efisiensi. Perilaku berjalan akan terpengaruh; broiler tidak bisa berdiri lagi dan menyebabkan tekanan di bagian dada. Selain itu, mengakibatkan penurunan kualitas bobot potong (Berg 2010). Meskipun pemicu Pododermatitis disebabkan oleh bermacam-macam faktor, namun penyebab paling signifikan dilihat oleh Shepherd dan Fairchild (2010) adalah jerami yang lembab.

Dengan demikian, pododermatitis adalah parameter utama dalam penelitian ini untuk mengevaluasi sistem: mulai hari penggemukan ke 19 setiap 3 hari dilakukan pemeriksaan telapak kaki terhadap 360 unggas dari kelompok kontrol.

Perubahan tersebut dibagi menjadi tiga kelas yang berbeda sesuai dengan Scoring System von Berk (2007): Skor 0 berarti, bahwa telapak kaki tidak berubah, sedangkan hewan dengan skor telapak kaki 1 berarti hiperkeratosis, yaitu memiliki keratinisasi penebalan kulit hingga luka. Luka yang parah adalah fitur untuk skor 2.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98,0% dari unggas yang diperiksa sampai dengan 34 hari penggemukan, tidak mengalami perubahan pada tapak kaki. Hanya 2,0% dari hewan menunjukkan perubahan di tapak kakinya, dengan 1,4% sedikit perubahan (skor 1), dan hanya 0,6% luka yang parah (skor 2).

Hasil yang sangat baik ini diakibatkan di satu sisi, bahwa unggas sedikit kontak dengan kotoran mereka, berarti lantai kering. Hal ini difasilitasi oleh dasar plastik, yang menjamin permanen kontak udara dan dengan demikian memastikan pengeringan tapak kaki secara cepat.

Sebagai perbandingan: Studi serupa oleh De Jong et al (2012) pada sistim kandang lantai telah menunjukkan, hanya 35,5% dari hewan tidak menunjukkan tanda-tanda pododermatitis. 26,1% menunjukkan hiperkeratosis ringan dan luka ringan (skor 1) dan 38,4% memiliki luka parah (skor 2). De Jong et al. telah menyelidiki total 386 ternak dari 138 peternakan di Belanda yang berbeda.

Kesimpulan

Hasil yang diperoleh dalam sistem Colony ini dapat dinilai jelas di atas rata-rata. Kriteria penting seperti peningkatan berat harian rata-rata 64g dan rasio konversi pakan dari 1:1,57 menunjukkan manfaat ekonomis dari sistem peternakan tanpa alas jerami: Selain itu, kematian dan frekuensi peradangan tapak kaki berada pada tingkat yang sangat rendah. Hal ini tidak hanya bisa menekan penggunaan obat-obatan, tetapi juga tingkat kesejahteraan unggas yang lebih tinggi walaupun ruang geraknya sangat terbatas.

Penulis:
Prof. Dr. Dr. M. Gauly, M.Sc. agr. C. Dallmöller (Universitas Goettingen, Departemen Ilmu Hewan); M. Sc. Agr. J. Hurlin (Manajer Produk, Big Dutchman International)

Diterbitkan di Poultry International, April 2014

Sistem Colony Avimax 160 sliding dari Big Dutchman
Tampak dalam kandang dari gang sistem Avimax dengan sistem pencahayaan yang inovatif: Big LED adalah sistem pencahayaan pertama didunia dengan pencahayaan penuh spektrum untuk Broiler berbasis pembibitan kandang. Peningkatan pangsa pasar dari spektrum cahaya biru dan merah, yang berada diluar jangkauan manusia adalah tingkat stres yang rendah, tingkat kematian rendah dan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi. Dibandingkan dengan pencahayaan tradisional, cahaya baru ini dapat menghemat sampai 90% energi. Cahaya dari Big LED telah dikembangkan terutama untuk sistem Avimax dari Big Dutchman. Lampu 0 sampai 100% redup dan terlindungi dari debu dan tekanan tinggi alat kebersihan yang basah.
Kandang Broiler dengan sistem Avimax empat baris dan ventilasi silang.
Gambaran sekilas dematitis pada tapak kaki
Tapak kaki yang sehat, ayam yang sehat pula
Bobot unggas pada penggemukan hari ke 32 adalah dua hari penuh sebelum perkembangan berat standar dari perusahaan penangkaran Aviagen.

Menerima tawaran pesaing dari Spayol pada tanggal 21 Januari 2014

Big Dutchman mengambil alih Zucami

Big Dutchman mengambil alih Zucami

Grup Big Dutchman yang bermarkas di Vechta-Calveslage mengambil alih pemasok alat peternakan unggas  Zucami dari Spanyol. Perusahaan yang berkantor pusat di Beriáin, dekat Pamplona, yang baru-baru ini gulung tikar.

“... [Selengkapnya]

Big Dutchman mengambil alih Zucami

Grup Big Dutchman yang bermarkas di Vechta-Calveslage mengambil alih pemasok alat peternakan unggas  Zucami dari Spanyol. Perusahaan yang berkantor pusat di Beriáin, dekat Pamplona, yang baru-baru ini gulung tikar.

“Hasil dari prosedur tender, pengadilan negara menerima konsep yang kami sajikan pada bulan Desember, “ kata Bernd Meerpohl, Ketua Dewan Manajemen Big Dutchman AG menegaskan. Konsep ini bertujuan agar Big Dutchman membeli aset pesaing dari Spanyol Utara dan mempertahankan kantor pusatnya serta menyelamatkan sekitar setengah dari 120 pekerjaan. Bisnis tersebut akan berlanjut dibawah nama baru yaitu Zucami Poultry Equipment S.L.

“Bahkan sebagai bagian dari Grup Big Dutchman, Zucami akan tetap menjadi merek tersendiri di pasar Internasional, kata Meerpohl. “Manajemen dan distribusi juga tidak akan berubah. Kami sangat senang, karena pemegang saham perusahaan sebelumnya masih bersedia sebagai konsultan.”

Menurut Meerpohl, perusahaan Spanyol tersebut telah mendapatkan reputasi yang baik dalam industri ini dan kehadirannya dibeberapa daerah sangat mengesankan. Selain itu, merek produk Zucami ini dirancang dengan cara yang berbeda tetapi sangat menarik dibandingkan dengan produk Big Dutchman, sehingga sangat ideal untuk melengkapi berbagai produk kami. 

Big Dutchman diakui sebagai pemasok perlengkapan/peralatan kandang dan sistem pakan untuk unggas dan babi secara modern yang terkemuka didunia. Tersendiri, perusahaan milik keluarga yang berpusat di Vechta-Calveslage yang menawarkan produknya dilebih dari 100 negara dan mencapai omset sebesar EUR 732.000.000 pada tahun lalu.

Zucami mendistribusikan peralatan kandang diseluruh dunia dan sebagai pemasok peralatan untuk ayam petelur terkemuka di Spanyol dan Amerika Selatan. Pada tahun 2012,  omset perusahaan kira-kira masih sebesar 110 juta EUR. Namun angka ini menukik tajam di krisis akhir tahun 2013.


Kandang Tertutup (Closed House) : Sistem kandang dan sistem pakan kandang A-Frame

Kandang bertingkat untuk meningkatkan produksi ayam petelur.

Inovasi untuk kemajuan bisnis ayam petelur dengan Closed House

Dengan semakin berkembangnya bidang perunggasan di Indonesia, maka semakin banyak pelaku bisnis peternakan yang melakukan inovasi demi kemajuan bisnis ayam petelurnya, salah satunya adalah Rudi Murtopo. Beliau... [Selengkapnya]

Inovasi untuk kemajuan bisnis ayam petelur dengan Closed House

Dengan semakin berkembangnya bidang perunggasan di Indonesia, maka semakin banyak pelaku bisnis peternakan yang melakukan inovasi demi kemajuan bisnis ayam petelurnya, salah satunya adalah Rudi Murtopo. Beliau memiliki usaha peternakan di daerah Blitar, Jawa Timur dan telah menjadi pelanggan Big Dutchman sejak lama. Baru-baru ini beliau membangun kandang ayam bertingkat untuk ayam petelur dengan tipe Profit Tier (A-Frame) dari Big Dutchman. Dengan kandang ayam bertingkat tipe Profit Tier 4 tingkat 2 baris dengan total ayam 23.296 per kandang,  beliau sukses meningkatkan produksi ayam petelurnya.

Menurut beliau Inovasi adalah keharusan ditengah kemajuan modernitas ayam petelur. Namun inovasi yang sesungguhnya adalah bagaimana memenuhi kebutuhan ayam. Langkah inovasi pertama yang beliau lakukan adalah dengan mengganti sistem kandang dari kandang ayam terbuka (open house) menjadi kandang ayam tertutup (closed house). Dengan pergantian sistem kandang tersebut, penanganan suhu di dalam kandang dapat lebih mudah dikendalikan dibanding kandang terbuka yang sepenuhnya dipasrahkan pada alam, dimana pergantian suhu antara siang dan malam sangat ekstrim.

Pengelolaan sistem kandang tertutup.


Rudy Murtopo mengakui bahwa inovasi ini adalah solusi peternakan di masa depan. Beliau terus melakukan penataan dalam kandang terutama untuk pengaturan udara, cahaya, air dan pakan.  Semua kandang ayam baru dilengkapi dengan pengatur suhu - Viper yang mudah digunakan. Suhu, kelembaban, kecepatan angin, pencahayaan dan lainnya dapat diatur sedemikian rupa sehingga tercipta kondisi yang nyaman bagi ayam. Kandang ayam bertingkat ini juga menggunakan lift telur atau Egg Elevator yang sudah dimodifikasi dan disesuaikan untuk kandang ayam bertingkat.

Dengan kandang ayam bertingkat dua ini dapat meminimalkan lahan peternakan namun tetap dapat menghasilkan telur yang maksimal. Dengan sistem pakan Chainfeeding, pakan yang disalurkan menjadi merata di tiap-tiap tingkat dan pakan yang tersalurkan juga tidak terbuang dengan adanya palung atau tempat pakan yang dalam. Dengan berdirinya kandang A-frame bertingkat tersebut, beliau berharap usahanya akan lebih maju lagi.

Dapatkan informasi seputar inovasi solusi peternakan di masa depan yang moderen.

Bpk. Rudi Murtopo pemilik peternakan yang menggunakan sistem kandang tertutup (Closed House) dari Big Dutchman yang lengkap, berikut Egg elevator demi kesuksesan peternakan ayam petelur yang berkelanjutan
Dengan sistem pakan Chainfeeding, pakan yang disalurkan merata dan tidak terbuang dengan sia-sia, dengan adanya palung atau tempat pakan yang dalam hingga semua ayam mendapatkan peluang yang sama untuk memakan pakan tersebut.
Dengan sistem kontrol Amacs dari Big Dutchman, penggunaan yang otomatis dari jarak jauh mempermudah dalam mengatur segala sesuatunya dari hal memberi pakan sampai mengatur suhu temperatur udara didalam kandang.
Dengan sistem kandang Closed House, penanganan suhu di dalam kandang dapat lebih mudah dikendalikan dibanding kandang terbuka yang sepenuhnya dipasrahkan pada alam, dimana pergantian suhu antara siang dan malam sangat ekstrim.

Pameran Ildex di Jakarta International Expo, Jakarta – Indonesia, 3 – 5 Oktober 2013

International Livestock, Dairy, Meat processing and Aqua Trade Exibition (ILDEX)

Pameran Ildex yang pertama kali diselenggarakan di Jakarta, Indonesia

Pameran ILDEX yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 3 sampai 5 Oktober 2013 telah selesai di gelar. Big Dutchman Indonesia juga turut andil dalam acara tersebut sebagai salah satu pesertanya. Pada pameran... [Selengkapnya]

Pameran Ildex yang pertama kali diselenggarakan di Jakarta, Indonesia

Pameran ILDEX yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 3 sampai 5 Oktober 2013 telah selesai di gelar. Big Dutchman Indonesia juga turut andil dalam acara tersebut sebagai salah satu pesertanya. Pada pameran tersebut Big Dutchman hanya menampilkan sebagaian kecil dari produknya yaitu Viper Touch dan Inlet. Di sini kami hanya ingin memperkenalkan dan menerangkan secara detail manfaat dari produk tersebut kepada pengunjung. Disamping produk tersebut kami juga menampilkan produk-produk lain berupa video yang ditampilkan di LCD Monitor yang terpasang di stand kami.

Secara keseluruhan pameran ILDEX yang baru pertama kalinya digelar di Indonesia ini dikunjungi banyak pengunjung sekitar lebih dari 5.000 orang. Masyarakat sangat antusias untuk datang ke pameran tersebut, untuk mengetahui dan menambah wawasan mengenai perternakan di Indonesia, terlebih lagi pameran tersebut diadakan di akhir pekan. Banyak pengunjung yang datang ke Stand Big Dutchman dan sangat ingin mengetahui manfaat serta kegunaan secara detail dari produk yang kami tampilkan, begitu juga para pelanggan tetap kami yaitu para peternak yang sudah lama bekerjasama dengan Big Dutchman datang mengunjungi Stand kami untuk berkonsultasi mengenai manajemen pemeliharaan produk yang telah mereka beli dan juga ingin mengetahui produk terbaru Big Dutchman.

Pada pameran ILDEX tersebut kami mengharapkan produk-produk yang ditampilkan baik dalam video di LCD Monitor ataupun yang terpasang di Stand dapat membuka mata pengunjung mengenai teknologi yang kami hadirkan dalam produk-produk kami. Sehingga pengunjung mendapatkan pengetahuan produk Big Dutchman secara langsung dari Sales tim. Karena produk yang ditawarkan Big Dutchman bukan hanya sekedar barang melainkan kami juga memberikan bimbingan dan solusi terhadap pemakaian produk kami tersebut.

Sistem peralatan kandang ayam yang dipamerkan di pameran Ildex dapat anda lihat di website

Stand Pameran Big Dutchman yang megah dan modern menghadirkan suasana yang nyaman bagi para pengunjung pameran.
Pengunjung dapat berkonsultasi langsung dengan para ahli kami dan bersentuhan langsung dengan produk yang ditawarkan.
Salah satu produk yang ditawarkan pada pameran ini yaitu Flex 2400 untuk iklim kandang ayam yang lebih baik.
Banyak pengunjung yang tertarik dengan produk yang ditawarkan oleh Big Dutchman dan pengunjung dapat langsung berkonsultasi dengan ahlinya.
Sales Team Big Dutchman Indonesia yang sangat kooperativ dalam membantu setiap pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai produk yang ditawarkan Big Dutchman.

Anda melihat artikel 1 sampai 5 dari 12 artikel
<< < 1-5 6-10 11-12 > >>