• Deutsch
  • English
  • Español
  • Français
  • Polski
  • Русский
  • ภาษาไทย
  • 中文
  • Bahasa Indonesia

Berita utama Big Dutchman di seluruh dunia

Berita terbaru

Fasilitas baru untuk melayani Indonesia dengan peralatan peternakan

Big Dutchman membuka tempat fasilitas baru di Indonesia

Karena pertumbuhan selama beberapa tahun terakhir dan dalam rangka meningkatkan aktifitas kegiatan dan pengembangan usaha telah membawa PT Big Dutchman Agriculture Indonesia membuka tempat baru di Surabaya.... [Selengkapnya]

Fasilitas baru untuk melayani Indonesia dengan peralatan peternakan

Big Dutchman membuka tempat fasilitas baru di Indonesia

Karena pertumbuhan selama beberapa tahun terakhir dan dalam rangka meningkatkan aktifitas kegiatan dan pengembangan usaha telah membawa PT Big Dutchman Agriculture Indonesia membuka tempat baru di Surabaya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dukungan bagi pelanggan baru serta mitra bisnis jangka panjang. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia dan terletak di pantai utara Jawa Timur.

“Fasilitas tambahan akan memungkinkan kita untuk melayani lebih baik di daerah dengan peralatan peternakan kami.
Kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada pelanggan kami atas dukungannya. Kami berharap dapat melanjutkan layanan kami kepada mereka dari kantor baru kami,” kata Niels Heyer, Managing Director PT BD Agriculture Indonesia.


Tim Big Dutchman melayani pelanggan mereka lebih baik lagi di masa depan dengan peralatan peternakan modern. Kiri ke kanan : Suyud Kodradmanto, Citra Anindita Saraswati, Bagyo Suprapto dan Ira Damaryanti

VIV Eropa 2014: sistem penghangat inovatif Thermorizer mencapai efisiensi 92-98%

Hemat biaya penghangat hingga 25% dalam peternakan unggas

Berkat Thermorizer, hemat biaya penghangat dan iklim kandang yang sehat

Penghematan energi menjadi hal yang semakin penting, terutama dalam peternakan unggas. Belum lama ini Big Dutchman memperkenalkan sistem  penghangat yang memenuhi persyaratan tersebut, dengan diluncurkannya... [Selengkapnya]

Berkat Thermorizer, hemat biaya penghangat dan iklim kandang yang sehat

Penghematan energi menjadi hal yang semakin penting, terutama dalam peternakan unggas. Belum lama ini Big Dutchman memperkenalkan sistem  penghangat yang memenuhi persyaratan tersebut, dengan diluncurkannya Thermorizer TR-75 pada VIV Eropa tahun ini:  Alat baru tersebut bekerja dengan  efisiensi yang  mengesankan, dengan mencapai efesiensi energi 92-98%. Dengan demikian peternak unggas hemat biaya penghangat hingga 25%.

Thermorizer adalah 
alat penghangat dengan pembuangan gas asap, di mana semua pembuangan gas asap melalui cerobong dengan sistem otomatis. Inovasi ini berpengaruh positif  bagi kesehatan dan kenyamanan unggas – yang pada akhirnya akan terlihat  pada hasil produksi yang positif: Jarak semburan  udara hangat  sangat jauh yaitu mencapai 60 meter memastikan  udara hangat  merata di dalam kandang. Iklim dapat mencapai kenyamanan optimal sehingga menghasilkan unggas yang sehat  Selain itu, alat penghangat bekerja dengan tingkat kebisingan yang  rendah daripada penghangat konvensional, sehingga  tingkat stress  unggas berkurang.

Keuntungan
lainnya adalah bahwa peternak unggas dapat menyesuaikan daya alat penghangat secara individual dalam kisaran 60 sampai 100%. Penukaran antara gas  propana dan gas alam juga dapat dilakukan dengan mudah, karena tidak ada bagian alat mesin yang harus diganti. Perawatan dan penggunaan Thermorizer (alat pengatur temperatur) sangat mudah. Kelebihan lain dalam pekerjaan sehari-hari adalah lampu signal  yang dipasang di atas perangkat, yang telah dirancang sedemikian rupa,  sehingga peternak unggas   dapat mengetahui  kerusakan  langsung dari ruang pemantauan.

Untuk kedepannya, Thermorizer dapat dihubungkan melalui Interface (Komputer) dengan BigFarmNet Manager. Meringankan pekerjaan: Semua data-data yang mencangkup iklim kandang  dan produksi ditampilkan secara jelas  melalui komputer utama. Nilai tambah: para peternak  dapat mengontrol kandang mereka secara keseluruhan dengan nyaman dari kantor pada saat itu juga.

Hemat biaya penghangat hingga 25% dengan Thermorizer

VIV Eropa 2014: Big Dutchman – Inovasi baru lebih tahan lama 4 sampai 5 kali lipat

FlexVey PUR: Sistem conveyor terbaru untuk transportasi pakan

Sistem pakan Flex Vey PUR: Selang spiral

Vectha, Jerman - Fleksibel, lentur, tidak bising saat dioperasikan dan yang paling penting tahan aus. Sistem conveyor Flex Vey PUR terbaru Bg Dutchman merupakan inovasi nyata yang tahan lama dan transportasi pakan... [Selengkapnya]

Sistem pakan Flex Vey PUR: Selang spiral

Vectha, Jerman - Fleksibel, lentur, tidak bising saat dioperasikan dan yang paling penting tahan aus. Sistem conveyor Flex Vey PUR terbaru Bg Dutchman merupakan inovasi nyata yang tahan lama dan transportasi pakan yang aman dari silo sampai ke kandang unggas. Belum lama ini Flex Vey PUR dipamerkan untuk pertama kalinya di VIV Eropa 2014.

„Keistimewaan terbaru kami adalah selang spiral berkualitas tinggi, terbuat dari bahan plyurethan yang tahan aus", seperti disampaikan oleh Big Dutchman-manajer produk Joerg Hurlin. „ Dengan demikian ,seperti yang telah dibuktikan dengan Endurance test, dibandigkan dengan sistem conveyor konvensional, sistem terbaru ini bisa tahan lebih lama empat hingga lima kali lipat.“

Selang elastis dapat dipasang dengan mudah dan fleksibel. Instalasi rumit telah menjadi masa lalu. Keuntungan lain adalah tingkat kebisingan yang rendah dalam pengoperasiannya. Ini mempengaruhi efek positif pada tingkah laku unggas dan mengurangi tingkat stres di dalam kandang.

Flex Vey PUR sudah tersedia untuk yang ber diameter 75 mm dan 90 mm.

Dibandingkan dengan sistem konvensional, Flex Vey PUR tahan empat sampai lima kali lipat lebih lama.
Selang yang elastis, mudah dan fleksibel saat dipasang, tidak membutuhkan instalasi yang rumit.
Flex Vey PUR di dalam kandang.

VIV Eropa 2014: Kandang ayam petelur Big Dutchman dengan penutup terpisah

Relax: Kandang yang hemat tenaga kerja – inovasi baru untuk ayam broiler beserta induknya

Peternakan induk broiler: Inovasi kandang  ayam petelur „Relax“

Vechta, Jerman - Big Dutchman telah merancang khusus kandang  ayam berkelompok untuk  ayam broiler, dengan menampilkan fitur-fitur inovatif. Kandang "Relax" dilengkapi dengan dua atap terpisah yang mudah diangkat... [Selengkapnya]

Peternakan induk broiler: Inovasi kandang  ayam petelur „Relax“

Vechta, Jerman - Big Dutchman telah merancang khusus kandang  ayam berkelompok untuk  ayam broiler, dengan menampilkan fitur-fitur inovatif. Kandang "Relax" dilengkapi dengan dua atap terpisah yang mudah diangkat untuk mempermudah pengontrolan kandang maupun sabuk transportasi telur.

Inovasi terbaru lainnya 
adalah sabuk transportasi telur dengan kelebihan tiga titik  bantalan : Berkat posisi celah yang lebih tinggi dan banyaknya celah yang berbentuk segitiga, meminimalkan kontak antara kulit telur  dengan sabuk transportasi telur. Telur yang bergulir ditahan dengan lembut. Sehingga  jumlah telur yang retak atau kulit telur  yang kotor semakin sedikit.

„Relax“ terbuat dari bahan yang berkualitas tinggi dan tahan lama, sehingga   penerimaan  ayam  dalam kandang meningkat  dan kebersihan yang terjamin . Permukaan yang halus mempermudah saat  dibersihkan dan mengurangi   pengendapan kuman maupun serangan serangga sepanjang  proses pemeliharaan ayam . „Relax“ dirancang  sebagai sistem pemasangan hampir tanpa sekrup sehingga mempermudah dan  mempercepat pemasangan.

Inovasi: kandang dua atap yang terpisah mempermudah pengontrolan kandang ayam dan sabuk transportasi telur
“Relax” dengan atap kandang ayam yang dapat diangkat
“Relax” terbuat dari bahan yang berkualitas tinggi dan tahan lama

Peningkatan produktivitas dan telapak kaki ayam yang sehat

Studi empiris untuk kinerja dan kesejahteraan unggas dalam sistem Colony broiler

Tapak kaki yang sehat dalam sistem Colony broiler

Konsumsi kebutuhan daging ayam di seluruh dunia semakin meningkat. Dengan demikian, industri kandang internasional mengalami peningkatan permintaan untuk sistem peternakan. Peternak unggas pada akhirnya memutuskan... [Selengkapnya]

Tapak kaki yang sehat dalam sistem Colony broiler

Konsumsi kebutuhan daging ayam di seluruh dunia semakin meningkat. Dengan demikian, industri kandang internasional mengalami peningkatan permintaan untuk sistem peternakan. Peternak unggas pada akhirnya memutuskan sistem manajemen kandang, yaitu peternak melengkapi kandangnya dengan manajemen lantai atau ayam broiler potong dalam kandang khusus di dalam kelompok besar yang ditentukan, oleh hukum regional, iklim dan kondisi dan ketersediaan sumber daya.

Berdasarkan  peraturan hukum di negara-negara Uni Europa, peternakan kandang hanya diperbolehkan bila kandang dialas jerami. Sedangkan di negara-negara lain ayam boleh dipelihara tanpa sistem kandang alas jerami.

Misalnya negara Rusia, di sini bisa ditelusuri kembali peternakan  broiler sistem multilevel Colony telah tumbuh sejak tahun 1970an. Mengingat suhu yang sangat dingin saat musim dingin dan mencapai minus dua digit di kebanyakan daerah, solusi ini sangat baik. Dibandingkan dengan sistim peternakan kandang biasa, sistim kandang jerami ini sangat menghemat energi. Juga di negara-negara, di mana sumber daya tanah atau lahan pertanian yang sangat terbatas, timbul pikiran untuk meningkatkan kepadatan unggas per luas kandang. Misalnya negara-negara yang padat penduduknya, seperti Jepang dan Korea Selatan. Di wilayah gurun dan wilayah lain di bumi ketersediaan alas jerami bisa membatasi faktor produksi.

Sejak sistem tersebut digunakan di Rusia, sistem Broiler Colony mengalami peningkatan permintaan sejak sepuluh tahun terakhir. Terutama untuk peternak unggas di Rusia, Timur Tengah dan Asia dan karena alasan di atas, sistem peternakan tersebut menjadi fokus perhatian.

Yang membuat sistem tanpa alas jerami menarik adalah: Ukuran kelompok unggas dalam kaitannya dengan pakan atau tempat minum  (pada 1,8 kg. berat ayam potong, 106 unggas per kandang, 8,9 unggas per nipple, 53 unggas per wadah pakan) dan akses yang baik untuk pakan ternak dan air. Hal ini memungkinkan peternak unggas mencapai secara maksimal kemampuan genetik broiler modern. Selain itu, unggas dapat berdiri di kisi-kisi plastik untuk mencegah kontak langsung dengan kotoran. Kotoran akan jatuh di sabuk transport kotoran dan ditransport keluar kandang.

Walaupun sistim ini sangat popular, tidak ada data-data ilmiah yang dapat diandalkan sebagai parameter penting ditinjau dari sudut ekonomi. Karena alasan ini, perancang kandang Jerman Big Dutchman berkerjasama dengan Universitas Georg-August di Göttingen untuk  melakukan studi empiris tentang efisiensi (pemanfaatan pakan, penambahan berat, periode penggemukan), dengan mempertimbangkan kriteria kesejahteraan unggas dan kesehatan unggas (termasuk kesehatan telapak kaki ayam) ayam pedaging dalam sistem koloni. Berikut ini, akan dibahas hasil utamanya.

Metodologi Penelitian: Data dikumpulkan selama satu periode waktu penggemukan di kandang seorang ahli penggemukan unggas di Turki. 76 230 unggas yang dikandangkan pada saat proses penyelidikan. Analisis data dilakukan di Departemen Sistem Produksi Ternak, Universitas Goettingen.

Kandang untuk penelitian dalam proses penggemukan adalah lebar 18 m dan panjang 110 m serta dilengkapi dengan enam baris sistem broiler Colony AviMax. Setiap baris terdiri dari 42 kelompok kandang (1,6 m × 2,4 m) memanjang dan tingginya empat tingkat. Dengan demikian, jumlah total 1.008 unit dari sistem Colony, masing-masing dengan 76 unggas per unit. Gudang kandang ini dilengkapi dengan multi-tahap ventilasi silang dari Big Dutchman.

Hal penting dalam pengumpulan data adalah penimbangan harian dari kelompok kontrol dengan jenis unggas Ross 308. Tiga titik kontrol dipilih per baris, di mana sepuluh unggas dari masing-masing empat tingkat ditimbang disetiap koloni dengan timbangan FlexScale. Situs kontrol terletak di awal, tengah dan akhir ditiap baris. Saat penimbangan dari 19 hingga 34 hari penggemukan, telapak kaki ayam juga diperiksa.

Efisiensi

Di hari ke 37 unggas mencapai berat rata-rata akhir 2,379 gram. Kenaikan berat badan harian kira-kira 64,3 gram. Karena tingginya kenaikan, di hari ke 32 (2 hari lebih awal) berat broiler telah mencapai berat badan standar berdasarkan perusahaan pembibitan unggas Aviagen (dengan tingkat kematian 1,33%). Diduga bahwa penambahan berat harian pada unggas yang menguntungkan dikarenakan oleh rasio pakan/tempat pakan dan pantauan awal yang baik terhadap sistem Colony.

Rasio penggunaan pakan adalah 1:1,57 parameter dan berada pada tingkat yang sangat baik. Karena sisa pakan dapat dilihat langsung oleh staff kandang dan penanggulangan dapat segera diambil sesuai kebutuhan. Hal ini memberikan kontribusi untuk penggunaan sumber daya yang sangat efisien.

Sebagai perbandingan: analisis dari Dinas Pertanian dan Peternakan negara bagian Niedersachsen dari tahun 2010, menunjukkan bahwa untuk perusahaan-perusahaan Jerman yang ikut dalam analisa, di mana menurut hukum Uni Eropa ayam yang digemukkan hanya dengan sistim kandang lantai, setelah 34,9 hari mencapai berat rata-rata 1.927 gram. Peningkatan berat harian adalah 55,1 gram dengan rasio konversi pakan dari 1:1,72 (Pieper 2013).

Kesehatan hewan

Sejak dulu, masalah kesehatan tapak kaki ayam di bidang peternakan sudah dikenal dan menimbulkan masalah yang signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, masalah ini telah memperoleh perhatian khusus di bawah aspek perlindungan unggas, keamanan pakan dan penurunan kualitas bobot ayam potong. Di beberapa negara Eropa pododermatitis (infeksi tapak kaki unggas) sudah merupakan indikator untuk perlindungan unggas di peternakan penggemukan unggas (de Jong 2012). Menurut Haslam et al. (2007) penyakit ini menyebabkan rasa sakit yang berpengaruh negatif pada kesehatan unggas dan mengakibatkan penurunan efisiensi. Perilaku berjalan akan terpengaruh; broiler tidak bisa berdiri lagi dan menyebabkan tekanan di bagian dada. Selain itu, mengakibatkan penurunan kualitas bobot potong (Berg 2010). Meskipun pemicu Pododermatitis disebabkan oleh bermacam-macam faktor, namun penyebab paling signifikan dilihat oleh Shepherd dan Fairchild (2010) adalah jerami yang lembab.

Dengan demikian, pododermatitis adalah parameter utama dalam penelitian ini untuk mengevaluasi sistem: mulai hari penggemukan ke 19 setiap 3 hari dilakukan pemeriksaan telapak kaki terhadap 360 unggas dari kelompok kontrol.

Perubahan tersebut dibagi menjadi tiga kelas yang berbeda sesuai dengan Scoring System von Berk (2007): Skor 0 berarti, bahwa telapak kaki tidak berubah, sedangkan hewan dengan skor telapak kaki 1 berarti hiperkeratosis, yaitu memiliki keratinisasi penebalan kulit hingga luka. Luka yang parah adalah fitur untuk skor 2.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98,0% dari unggas yang diperiksa sampai dengan 34 hari penggemukan, tidak mengalami perubahan pada tapak kaki. Hanya 2,0% dari hewan menunjukkan perubahan di tapak kakinya, dengan 1,4% sedikit perubahan (skor 1), dan hanya 0,6% luka yang parah (skor 2).

Hasil yang sangat baik ini diakibatkan di satu sisi, bahwa unggas sedikit kontak dengan kotoran mereka, berarti lantai kering. Hal ini difasilitasi oleh dasar plastik, yang menjamin permanen kontak udara dan dengan demikian memastikan pengeringan tapak kaki secara cepat.

Sebagai perbandingan: Studi serupa oleh De Jong et al (2012) pada sistim kandang lantai telah menunjukkan, hanya 35,5% dari hewan tidak menunjukkan tanda-tanda pododermatitis. 26,1% menunjukkan hiperkeratosis ringan dan luka ringan (skor 1) dan 38,4% memiliki luka parah (skor 2). De Jong et al. telah menyelidiki total 386 ternak dari 138 peternakan di Belanda yang berbeda.

Kesimpulan

Hasil yang diperoleh dalam sistem Colony ini dapat dinilai jelas di atas rata-rata. Kriteria penting seperti peningkatan berat harian rata-rata 64g dan rasio konversi pakan dari 1:1,57 menunjukkan manfaat ekonomis dari sistem peternakan tanpa alas jerami: Selain itu, kematian dan frekuensi peradangan tapak kaki berada pada tingkat yang sangat rendah. Hal ini tidak hanya bisa menekan penggunaan obat-obatan, tetapi juga tingkat kesejahteraan unggas yang lebih tinggi walaupun ruang geraknya sangat terbatas.

Penulis:
Prof. Dr. Dr. M. Gauly, M.Sc. agr. C. Dallmöller (Universitas Goettingen, Departemen Ilmu Hewan); M. Sc. Agr. J. Hurlin (Manajer Produk, Big Dutchman International)

Diterbitkan di Poultry International, April 2014

Sistem Colony Avimax 160 sliding dari Big Dutchman
Tampak dalam kandang dari gang sistem Avimax dengan sistem pencahayaan yang inovatif: Big LED adalah sistem pencahayaan pertama didunia dengan pencahayaan penuh spektrum untuk Broiler berbasis pembibitan kandang. Peningkatan pangsa pasar dari spektrum cahaya biru dan merah, yang berada diluar jangkauan manusia adalah tingkat stres yang rendah, tingkat kematian rendah dan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi. Dibandingkan dengan pencahayaan tradisional, cahaya baru ini dapat menghemat sampai 90% energi. Cahaya dari Big LED telah dikembangkan terutama untuk sistem Avimax dari Big Dutchman. Lampu 0 sampai 100% redup dan terlindungi dari debu dan tekanan tinggi alat kebersihan yang basah.
Kandang Broiler dengan sistem Avimax empat baris dan ventilasi silang.
Gambaran sekilas dematitis pada tapak kaki
Tapak kaki yang sehat, ayam yang sehat pula
Bobot unggas pada penggemukan hari ke 32 adalah dua hari penuh sebelum perkembangan berat standar dari perusahaan penangkaran Aviagen.

Anda melihat artikel 1 sampai 5 dari 15 artikel
<< < 1-5 6-10 11-15 > >>